May be it’s the perfect time….
February 8th, 2007 by ade-arbiMay be it’s the perfect time….
Hari demi hari, bulan demi bulan sudah ku lewati dengan mengenal dari satu hati ke satu hati yang lainnya….hanya untuk berusaha melupakan 7 tahun manisnya hidup yang pernah aku rasakan seumur hidupku….
Mulai lagi mencoba bangkit dari keterpurukan ku dimana disaat aku membutuhkan kasihsayang dan perhatian aku malah kehilangan seseorang yang paling aku butuhkan dalam hidup ini. Tapi ..ya sudah lah.. setidaknya aku sudah berusaha untuk mencoba memperbaikinya walau gagal…dan berusaha tegar disaat semua masalah datang dan menghujamkan nya padaku…disaat itu aku bertemu dengan seseorang yang sangat baik.. polos lebih tepat nya.. dengan modal keikhlasan dan cinta tulus dia menerima cintaku walau disaat itu dia menyadari kalau hatiku tidak sepenuhnya miliknya. Hari demi hari, bulan kebulan akhirny aaku milai benar-benar mencintainya.. hidupku serasa sungguh berarti…serasa aku masih dibutuhkan oleh seseorang yang benar – benar mengharapkan diriku. Saat itu semuanya serasa indah sekali..aku bisa menangis sekuat-kuatnya untuk melepaskan beban yang ada dipundakku dan aku bisa tertawa sekuat-kuatnya untuk merasakan dan menikmati kegembiraan hatiku…dan akhirnya dia bisa seperti matahari yang mulai menyinari hatiku.. matahariku…. Tapi tuhan berkata lain, Allah SWT memberikan cobaan lagi kepada diriku, hubungan ku yang indah ini tidak dapat bertahan lama, hanya bertahan selama 8 bulan.. ternyata dalam 8 bulan itu tidak mudah untuk melupakan manisnya cinta dan kasih sayang tersebut..Damn! Why does it felt so hurt!
Masalah orang tua kembali menjadi masalah yang harus kami hadapi, pahit… sungguh pahit sekali..sangat menusuk hati ini rasanya, apa lagi disaat orang tuanya datang untuk merampas nya dari pelukanku.. rasanya segala-segalanya dirampas dari hidupku.. dan ini adalah yang keduakalinya didalam hidupku.. sungguh sakit.. sangat sakit rasanya….aku berusaha menyakinkan kalau aku tidak akan menyia-nyiakan hidupnya tapi akhirnya aku mulai berfikir rasional karena semua ini tidak akan berjalan lancar tanpa persetujuan dari orang tua! Memang, aku memang bukan dari keluarga yang mempunyai background story yang baik.. tapi aku manusia, sama dengan lelaki lainnya.. ingin hidup yang baik dan lebih baik dari pengalaman hidup yang pernah seseorang alami….
"….Aku menyakiti hati seseorang yang paling aku sayangi, aku harus meninggalkannya….untuk kebaikan masa depan kami berdua…Damn!….."
Seorang “sahabat” pernah berkata kepadaku disaat aku mengharapkan hatinya ..dia berkata “ ..ade..kalau hubungan itu direstui… enak sekali rasanya…” sungguh sakit perkataan itu di telinga ku..pedih sekali rasanya disaat kita mengharapkan kasih sayang orang yg kita sayangi tetapi hanya mendapatkan perkataan seperti itu….Perkataan itu terus menerus teriang-iang di telingaku…
Pada akhirnya aku bertemu dengan seorang wanita yang sangat rendah hati…mungkin wanita ini paling beda dari wanita yang pernah aku temui dengan wanita-wanita sebelumnya.. parasnya keibuan, tapi hatinya luar biasa mulia, diaat aku lagi benar-benar jatuh secara mental dan fisik, ia menuntunku untuk bangkit dan mulai mengajarkan apa artinya hidup dan bagai mana masalah itu datang dan bagai mana cara untuk menghadapinya dan menyelesaikannya….
Di satu sisi, sikap nya mengingatkan aku akan wanita sebelum dirinya yang pernah singgah didalam hatiku…pertemuan ku kali ini sangat beda dengan yang sebelumnya…aku tidak memiliki apapun untuk aku banggakan kepada dirinya baik itu material ataupun yang lainnya.. Hati? Hatiku masih dengan wanita-wanita yang sebelumnya….tapi dengan sabar ia mulai menyakinkan ku untuk belajar mencintai dan menyayangi seorang wanita tanpa harus berbagi hati..
Susah sekali pada awalnya walau sepertinya seperti membohongi diriku sendiri dan membohongi hatiku… didalam diriku aku mulai bergumam “…apakah ini akan mempunyai cerita yang sama seperti yang sebelumnya? Apakah status ku dan masalah latar belakang keluargaku akan menjadi penghalang lagi?…”
Alhamdulillah, pada saat pertama klai aku bertemu dengan keluarganya semua begitu mulus, tanpa halangan, diriku sampai heran campur terharu..mengapa mereka begitu baik? Ingat kata-kata : “..ade..kalau hubungan itu direstui… enak sekali rasanya…” ..hal itu mulai aku rasakan…dan aku bisa membuktikan bahwa aku masih bisa bangkit dan hidup…
Akhirnya pada bulan ketiga hubungan kami, aku memberanikan diri untuk melamarnya dan Alhamdulilah niat baik ku diterima dengan baik oleh dirinya dan keluarganya…sungguh beruntungnya diriku ini.. walau dalam hubungan yang masih bisa dikatakkan sangat singkat tapi aku bisa menyakinkan dirinya dan pada sat itu lah aku mulia bertekad untuk bisa memulai hidup yang baru tanpa ada keterkaitan dengan kehidupan ku yang lalu…
"…Maafkan aku.. maafkan aku.. itulah yang bisa aku ucapkan kepada wanita-wanita yang pernah singgah dalam hidupku…terima kasih atas kebaikan dan kasih sayang kalian…semoga kalian bisa mendapatkan seseorang yang lebih baik dari diriku ini… Amin…"
PS: Makasih ya mira buat segala kesabaran dan ketabahan serta dukungan mira buat arbi… aku bukan lelaki yang begitu didamba-dambakan seorang wanita untuk dapat dimiliki dan dikasihi…aku hanya seorang lelaki yang terseok-seok didalam menghadapi hidup ini…dan hanya bermodalkan keyakinan untuk bisa hidup dan bertahan serta tidak menyerah dari hidup… I love you so much and thanks for being my wife..help me to face this life…
With love,
gode
Mengapa
January 31st, 2007 by ade-arbi
Mengapa harus lari, jika kau belum mencoba untuk menghadapinya.
Mengapa harus menyerah, jika belum mencoba untuk berjuang.
Mengapa harus mengeluh, jika kau belum mencoba mengerjakan sesuatu yang kau
eluhkan.
Mengapa harus lari dari tanggung jawab, jika kau tahu bahwa kau lah yang
benar.
Mengapa harus bersedih, jika masih ada begitu banyak kegembiraan.
Mengapa harus bersaing, jika kau belum mencoba untuk bekerjasama.
Mengapa harus mengeluarkan begitu banyak amarah, jika kau tahu hal itu akan
menyakitkan orang lain.
Mengapa harus mencari keburukan orang lain, jika kau memiliki banyak
keburukan dalam dirimu sendiri.
Mengapa harus berdiam diri, jika kau bisa mengerjakan sesuatu yang berarti.
Mengapa harus mengkhawatirkan jalan hidupmu, jika masih banyak waktu yang
berada didepanmu.
Mengapa harus takut akan kematian, jika kau tahu kematian tidak bisa kau
hindari.
Kita hanyalah manusia yang tidak sempurna, mempunyai kesalahan, berdarah,
sakit hati, marah, sedih, senang, keras kepala, baik hati, dengki, dan semua
emosi baik, dan emosi buruk.
Kita mungkin sering jatuh, dan banyak teman-teman kita yang akan mencoba
memberi semangat pada diri kita, dan mengulurkan tangan pada diri kita, tapi
bila kita tidak mencoba untuk bangkit dan berusaha lebih keras untuk diri
kita sendiri, maka sia-sialah apa yang diusahakan oleh teman-teman kita.
Diri kitalah sendiri yang bisa menentukan dan menilai diri kita sendiri
bahwa diri kita baik atau buruk, malas atau rajin, pemarah atau bukan
pemarah, sedih atau senang, tidak ada orang lain yang lebih mengenal dirimu
selain dirimu sendiri, orang lain hanya bisa melihat dirimu dari penampilan,
walaupun mereka bisa menilaimu, tetapi hanya dirimulah yang bisa menilai
100% dirimu, jika kau tidak bisa menilai hal yang semudah ini, bagaimana kau
bisa menilai orang lain.
Mengenal diri sendiri adalah hal yang cukup mudah, bagaikan kolam yang yang
dangkal dan keruh, jika kau menenangkan diri, maka kotoran dalam air akan
turun, dan terlihat dasar dari kolam tersebut, tenangkan diri, dan lihatlah
dalam hatimu, maka terlihatlah sifatmu, kenali, renungkan, perbaiki, maka
kau akan menjadi lebih baik dari sebelumnya.